Dengan didesaknya banyaknya kebutuhan akan teknologi demi efisiensi dan kemudahan aktifitas sosial dan administrasi perkantoran, pemrogram suatu aplikasi diharapkan bisa memenuhi keinginan dan selera klien sesuai instansi mereka.

Klien yang tidak mengerti bagaimana rasanya menyulap rentetan skrip kode menjadi suatu aplikasi akan menuntut pemrogram untuk bekerja cepat dan menghasilkan aplikasi yang memuaskan (dengan harga yang murah 😀 ).

Nah, salah satu cara menghadapi klien yang seperti itu; yaaaa, di-iyain 😊 . Sobat harus bekerja cepat dan sesuai dengan keinginan.

baca juga; Contoh Sederhana Pemrograman PHP

Agar bisa cepat, sobat bisa menggunakan framework, jadi tidak harus membangun aplikasi dari nol. Framework sudah menyediakan skrip yang sobat butuhkan.

Ini ada empat framework multi-platform rekomendasi mimin. Framework ini bisa diakses di lebih dari satu platform, jadi tidak perlu khawatir kemauan klien untuk platform berubah selama sobat mengerjakan projek.

Pertama, Electron, dulunya dikenal sebagai Atom Shell, sebuah framework open-source yang diciptakan dan dikembangkan oleh GitHub. Dengan electron sobat bisa membuat web tapi rasa desktop. Electron menggunakan teknologi web dengan bahasa pemrograman HTML, CSS, dan JavaScript, namun sebenarnya Electron juga ditulis ditulis dnegan Bahasa C++. Hal itulah yang menjadikan electron dapat di-convert menjadi aplikasi yang berjalan pada desktop.

Beberapa perusahaan yang menggunakan Electron diantanya; Skype, wordpress.com, slack dan atom.

Framework selanjutnya, Ionic, merupakan suatu framework (bukan minuman ion) untuk membangun aplikasi mobile hybrid dengan HTML5, CSS, dan AngularJS. Ionic menggunakan Node.js SASS, AngularJS sebagai engine-nya. Ionic dilengkapi dengan komponen-komponen CSS seperti button, list, card, form, grids, tabs, dan masih banyak lagi. Jadi Ionic itu merupakan teknologi web yang bisa digunakan untuk membuat suatu aplikasi mobile. Karena hybrid maka aplikasi hanya dibuat 1 kali tetapi sudah bisa dirilis di lebih dari 1 platform alias cross-platform.

Framework ini digunakan oleh beberapa perusahaan seperti Comcast dan McDonald.

baca juga; Merapikan Source Code pada Sublime

Dan yang ketiga, PhoneGap, sebuah framework open source yang digunakan untuk membuat aplikasi cross-platform mobile dengan HTML, CSS, dan JavaScript. PhoneGap menggunakan teknologi web dan menjadi suatu solusi yang ideal untuk seorang web developer yang tertarik dalam pembuatan aplikasi di smartphone. Ini cocok untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat berjalan pada beberapa perangkat smartphone dengan basis kode yang sama. Artinya, cukup hanya dengan satu kali koding saja, anda bisa membuat aplikasi untuk smartphone iPhone, Android, Blackberry, Symbian dan Palm.

Tapi sayangnya, framework PhoneGap ini miskin akan performa pada grafik-intensifnya.

Terakhir, Pada tahun 2015, facebook melaunching framework React Native yang memungkinkan sobat membuat aplikasi mobile android atau ios menggunakan teknologi web. Framework ini menggunakan javascript sebagai Bahasa pemrogramannya dan developer harus mengerti React.js terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *