Salah satu tujuan komunikasi data adalah untuk mengirimkan data secara utuh dari sumber data hinggansampai ke penerima atau tujuan pengiriman. Data utuh diterima,berarti bahwa data tersebut lengkap tidak korrupt atau hilang pada saat pengiriman. Untuk menjaga meyakinkan bahwa data yang sedang dikirim akan tiba dengan selamat dan utuh ketangan penerima itulah dilakukan pendeteksian kesalahan dan melakukan pembetulan kembali data jika ternyata ada yang salah.

Komputer mengolah data yang ada adalah secara digital,melalui sinyal listrik yang diterimanya atau dikirimkannya.

Beberapa keuntungan sistem komunikasi digital dibandingkan dengan sistem komunikasi analog sebagai berikut:

  • Kemudahan Multipleksing
  • Kemudahan Persinyalan
  • Integrasis Sistem Transmisi dan Switching
  • Regenerasi Sinyal
  • Kemudahan Enkripsi
  • Pemrosesan Sinyal Digital

Pemrosesan sinyal digital diartikan sebagai proses operasi yang dilakukan pada sebuah sinyal untuk memanipulasi atau mentransformasi karakteristik-karakteristiknya.

Komunikasi data digital adalah proses pemindahan (pengiriman dan penerimaan) data/informasi dalam bentuk sinyal digital.

berikut teknik komunikasi data digital

1. Transmisi Asinkron

Strategi dari metode ini yaitu mencegah problem timing dengan tidak mengirim aliran bit panjang yang tidak putus -putusnya. Melainkan data ditransmisi per karakter pada suatu waktu, dimana tiap karakter adalah 5 sampai 8 bit panjangnya. Timing atau synchronisasi harus dipertahankan antara tiap karakter; receiver mempunyai kesempatan untuk mensynchron-kan awal dari tiap karakter baru.

Gambar 4.1 menjelaskan suatu contoh untuk teknik ini.

Gambar (a), ketika tidak ada transmisi karakter, line antara transmitter dan receiverdalam keadaan “idle”. Idle adalah ekuivalen untuk elemen pensinyalan bagi binary ‘1’.Awal dari suatu karakter diisyaratkan oleh suatu start bit dengan binary ‘0’. Kemudiandiikuti oleh 5 sampai 8 bit yang membentuk karakter tersebut. Bit-bit dari karakter ituditransmisi dengan diawali least significant bit (LSB). Biasanya, bit-bit karakter ini diikuti oleh suatu parity bit yang berada pada posis i most-significant-bit (MSB).

Parit bit tersebut diset oleh transmitter sedemikian seperti total jumlah binary ‘1’ dalam karakter; termasuk parity bit-nya, adalah genap (even parity) atau ganjil (odd parity), tergantung pada konversi yang dipakai. Elemen terakhir yaitu stop, yang merupakan suatu binary ‘1’. Panjang minimum dari stop biasanya 1;1,5 atau 2 kali durasi dari bit. Sedangkan maksimumnya tidak dispesifikasikan. Karena stop sama dengan kondisi idle, maka transmitter akan melanjutkan transmisi sinyal stop sampai siap untuk mengirim karakter berikutnya.

Gambar (c) memperlihatkan efek timing error yang menyebabkan error padapenerimaan. Disini dianggap bahwa data ratenya 10000 bps; oleh karena itu tiap bit

mempunyai durasi 0,1 ms atau 100 s. Anggaplah receiver terlambat 7 persen atau 7s perbit time. Dengan demikian receiver men-sampel karakter yang masuk setiap 93s (berdasarkan pada clock transmitter). Seperti terlihat, sampel terakhir mengalami error. Sebenarnya error ini menghasilkan dua macam error : pertama, sampel bit terakhir diterima tidak tepat; kedua, perhitungan bit sekarang keluar dari kesepakatan.

Jika bit ke 7 adalah 1 dan bit ke 8 adalah 0 maka bit 8 akan dianggap suatu start bit.Kondisi ini diistilahkan framing error, yaitu karakter plus start dan stop bit yangkadang-kadang dinyatakan suatu frame. Framing error juga jika beberapa kondisi noise menyebabkan munculnya kesalahan dari suatu start bit selama kondisi idle.

Komunikasi asynchronous adalah sederhana dan murah tetapi memerlukan tambahan 2 sampai 3 bit per karakter untuk synchronisasi. Persentase tambahan dapat dikurangidengan mengirim blok-blok bit yang besar antara start dan stop bit, tetapi akanmemperbesar kumulatif timing error. Solusinya yaitu transmisi synchronous.

2. Transmisi sinkron

Dengan transmisi synchronous, ada level lain dari synchronisasi yang perlu agar receiver dapat menentukan awal dan akhir dari suatu blok data. Untuk itu, tiap blok dimulai dengan suatu pola preamble bit dan diakhiri dengan pola postamble bit. Pola-pola ini adalah kontrol informasi.

Frame adalah data plus kontrol informasi. Format yang tepat dari frame tergantung

dari metode transmisinya, yaitu :

  1. Transmisi character-oriented, (lihat gambar 4.2a)
  2. Blok data diperlakukan sebagai rangkaian karakter-karakter (biasanya 8 bit karakter). Semua kontrol informasi dalam bentuk karakter. Frame dimulai dengan 1 atau lebih ‘karakter synchronisasi’ yang disebut SYN,yaitu pola bit khusus yang memberi sinyal ke receiver bahwa ini adalah awal dari suatu blok. Sedangkan untuk postamble-nya juga dipakai karakter khusus yang lain. Jadi receiver diberitahu bahwa suatu blok data sedang masuk, oleh karakter SYN, dan menerima data tersebut sampai terlihat karakter postamble. Kemudianmenunggu pola SYN yang berikutnya. Alternatif lain yaitu dengan panjang frame sebagai bagian dari kontrol informasi; receiver menunggu karakter SYN, menentukan panjang frame, membaca tandasejumlah karakter dan kemudian menunggu karakter SYN berikutnya untuk memulai frame berikutnya.
  3. Transmisi bit-oriented(lihat gambar 4.2b). Blok data diperlakukan sebagai serangkaian bit-bit. Kontrol informasi dalam bentuk 8 bit karakter. Pada transmisi ini, preamble bit yang panjangnya 8 bit dan dinyatakan sebagai suatu flag sedangkan postamble-nya memakai flag yang sama pula. Receiver mencari pola flag terhadap sinyal start dari frame. Yang diikuti oleh sejumlah kontrol field. Kemudian sejumlah data field, kontrol field dan akhirnya flag-nya diulangi.

Perbedaan dari kedua metode diatas terletak pada format detilnya dan control informasinya.

Keuntungan transmisi synchronous :

  1. Efisien dalam ukuran blok data; transmisi asynchronous memerlukan 20% atau lebih tambahan ukuran.
  2. Kontrol informasi kurang dari 100 bit.
3. Transmisi Paralel

Dengan transmisi parallel, bit.bit yang berbentuk karakter dikirim secara bersamaan melewati sejumlah pengantar yang terpisah. Dalam transmisi paralel terjadi prosedur yang dikenal sebagai handskaking, yaitu prosedur yang diperlukan untuk mengakomodasi ketepatan waktu pengiriman data antara komputer dengan terminal atau peripheral.

Setiap bit dari suatu karakter ditransmisikan melewati saluran masing-masing. Metode ini juga menggunakan sinyal strobe atau clock yang melewati satu saluran tambahan untuk memberi tanda kepada pesawat penerima pada saat ada bit yang melewati saluran masing-masing sehingga nilainya dapat disusun.

D:\zZZ (temporary files)\mode-transmisi-paralel.png

Gambar contoh transmisi paralel merupakan contoh transmisi paralel untuk karakter ASCII “K”. Even parity 11010010 dikirimkan secara bersamaan setiap bitnya menggunakan delapan jalur yang berbeda timing yang diperlukan cukup pendek.

Metode pengiriman paralel biasa digunakan pada jaringan PC atau beberapa sistem digital lain karena memiliki proses transmisi yang lebih cepat. Sistem ini akan lebih efektif jika digunakan untuk transmisi data yang memiliki jarak tidak terlalu jauh. Jika metode ini digunakan untuk yang lebih jauh maka biaya implementasinya jauh lebih besar dan jarak sistem kendali yang lebih kompleks, pada dasarnya transmisi parallel akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima data pada saluran yang panjang.

4. Transmisi Serial

Dengan transmisi serial pengiriman data jarak jauh menjadi lebih efektif dibanding dengan transmisi paralel. Data paralel internal komputer dimasukkan ke pengubah parallel ke serial. Saluran seri mengirimkan setiap karakter per elemen sehingga hanya diperlukan satu atau dua penghantar, yaitu kirim data (TXD) dan terima data (RxD).

D:\zZZ (temporary files)\transmisi3.png

Pada Gambar, transmisi membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibanding transmisi paralel, tapi transmisi serial memiliki tiga masalah pokok keperluan penyesuaian transmisi di antaranya adalah:

1. Penyesuaian bit

2. Penyesuaian karakter

3. Penyesuaian blok

Sebagai contoh, jika akan dikirim data serial 10011010, maka agar data tersebut dapat dikirim dan diterima dengan baik, selang waktu yang digunakan oleh pengirim dari penerima satu dengan yang lain harus sama. Jika penerima telah menerima penyesuaian bit, maka seharusnya juga harus segera menerima penyesuaian karakter, dan penerima juga harus mengetahui awal dan akhir blok data yang dikirim. Penyesuaian yang diperlukan dapat diperoleh secara sinkron maupun tak sinkron, data yang dikirim oleh terminal ke komputer lewat jalur RDX dimasukkan ke pengubah seri ke parallel sebelum diteruskan ke komputer.

1. Duplex

Duplex adalah sebuah istilah dalam bidang telekomunikasi yang merujuk kepada komunikasi dua arah. Duplex terbagi menjadi dua bagian (simplex dan duplex), yaitu;

  1. Simplex adalah salah satu bentuk komunikasi antara dua belah pihak di mana sinyal-sinyal dikirim secara satu arah. Metode transmisi ini berbeda dengan metode full-duplex yang mampu mengirim dan menerima sinyal secara sekaligus dalam satu waktu, atau half-duplex yang mampu mengirim sinyal dan menerima sinyal meski tidak dalam satu waktu. Transmisi secara simplex terjadi di dalam beberapa teknologi komunikasi, seperti siaran televisi atau siaran radio. Transmisi simplex tidak digunakan dalam komunikasi jaringan karena node-node dalam jaringan umumnya membutuhkan komunikasi secara dua arah. Memang beberapa komunikasi dalam jaringan, seperti video streaming, terlihat seperti simplex, tetapi sebenarnya lalu lintas komunikasi terjadi secara dua arah, apalagi jika protocol TOP yang digunakan sebagai protokol lapisan transportasinya.
  2. Half duplex merupakan sebuah mode komunikasi di mana data dapat ditransmisikan atau diterima secara dua arah tetapi tidak dapat secara bersama-sama. Contoh paling sederhana adalah walkie-talkie, di mana dua penggunanya harus menekan sebuah tombol untuk berbicara dan melepaskan tombol tersebut untuk mendengar. Ketika dua orang menggunakan walkie-talkie untuk berkomunikasi pada satu waktu tertentu, hanya salah satu di antara mereka yang dapat berbicara sementara pihak lainnya mendengar. Jika kedua-duanya mencoba untuk berbicara secara serentak, kondisi collision (tabrakan) pun terjadi dan kedua pengguna walkie-talkie tersebut tidak dapat mendengar apa yang dikatakan kawan bicaranya.
  3. Full duplex: Dalam komunikasi full-duplex, dua pihak yang saling berkomunikasi akan mengirimkan informasi dan menerima informasi dalam waktu yang sama, dan umumnya membutuhkan dua jalur komunikasi. Komunikasi full-duplex juga dapat diraih dengan menggunakan teknik multiplexing, di mana sinyal yang berjalan dengan arah yang berbeda akan diletakkan pada slot waktu (time slot) yang berbeda. Kelemahan teknik ini adalah bahwa teknik ini memotong kecepatan transmisi yang mungkin menjadi setengahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *